Mutmainah, seorang guru ngaji di desa London, Kecamatan Taliabu Utara, Pulau Taliabu, tiba – tiba menerima surat pemberhentian dari pjs. kepala Desa, Samria La Tagu.

Taliabu-publikmalut.co.id Belum diketahui apa penyebab pasti sk pemberhentian itu dikeluarkan namun ada dugaan bahwa kebijakan Pjs Kepala Desa London dikeluarkan hanya di dasarkan pada kepentingan kelompok (oligarki), tanpa ada pertimbangan objektif.

Sebab diketahui, selama ini, Mutmainah begitu aktif dan penuh dedikasi dalam memberikan pelajaran baca Alquran (ngaji) kepada anak didiknya didesa tersebut.

Jelas saja, hal ini menimbulkan kekecewaan dari masyarakat, khususnya para orang tua murid yang sudah cukup lama mempercayakan anak mereka untuk didik olehnya.

Karena bagi para orang tua murid, kebijakan kepala desa yang nampak sewenang wenang, akan mempengaruhi tingkat pemahaman anak anak mereka, sebab harus memulai lagi untuk beradaptasi dengan lingkungan dan tenaga pengajar yang baru nantinya.

” Selama ini kita sudah percayakan anak anak kita belajar ngaji di beliau, dan setiap hari kami melihat banyak peningkatan (pemahaman). Jadi kalau .. di ganti, ini yang kami khawatirkan, karena biar bagaimanapun, anak anak sudah terbiasa ( beradaptasi) dengan cara mengajar beliau, apakah kedepan itu bisa sama atau tidak ,” ucap salah satu orang tua murid.

Karena hal itu, masyarakat meminta agar Sambria La Tagu mempertimbangkan nilai nilai kemanusiaan dalam mengeluarkan kebijakan, bukan di susupi oleh kepentingan tertentu yang kemudian pemberhentian guru ngaji yang sangat sakral dari segi agama, terlihat sangat bernuansa politis.

Lebih jauh lagi, meminta kepada Bupati Pulau Taliabu, Sashabila Mus untuk mengevaluasi Kepala Desa London, Samria La Tagu terkait kebijakannya dalam memberhentikan Guru Ngaji di desa tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *