Sekretaris GPM Taliabu Desak RKPD Pro-Rakyat: Pendidikan Terpencil, BPJS Aktif, BUMDes Produktif hingga Jalan Tani Jadi Prioritas

Taliabu, publikmalut.co.id – Sekretaris Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Pulau Taliabu, Jusril Ode, menyampaikan tanggapan tegas dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD terkait tema besar “Akselarasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif melalui Penguatan Pondasi Layanan Dasar dan Infrastruktur yang Mendukung Produktivitas Daerah.”

Menurutnya, tema tersebut tidak boleh berhenti pada slogan normatif, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan nyata yang menyentuh masyarakat hingga desa-desa terjauh. 4/3/2026

Bacaan Lainnya

Pendidikan di Desa Terpencil Harus Jadi Prioritas

Jusril menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari pemerataan tenaga pendidik, khususnya bagi desa-desa yang sangat terpencil seperti Waikoka dan Kamaya di Kabupaten Pulau Taliabu.

“Kalau kita bicara akselerasi ekonomi inklusif, maka fondasinya adalah pendidikan. Pemerintah daerah harus memastikan guru-guru yang mengajar di desa sangat terpencil mendapatkan perhatian khusus, baik dari sisi insentif, fasilitas, maupun jaminan kesejahteraan,” tegasnya.

Ia juga meminta agar distribusi guru dilakukan secara adil serta disertai pengawasan berkala agar proses belajar-mengajar berjalan optimal.

BPJS Kesehatan Masyarakat Harus Aktif dan Tepat Sasaran

Selain pendidikan, GPM juga menyoroti pentingnya pengaktifan kembali BPJS Kesehatan bantuan pemerintah bagi masyarakat kurang mampu. Jusril menyebut masih banyak warga yang kartu BPJS-nya tidak aktif sehingga kesulitan mendapatkan layanan kesehatan.

“Layanan dasar kesehatan adalah hak rakyat. Jangan sampai masyarakat kecil harus menanggung beban biaya karena kelalaian administrasi. Pemerintah harus memastikan data penerima bantuan terus diperbarui dan tepat sasaran,” ujarnya.

BUMDes Harus Difungsikan, Bukan Sekadar Nama

Dalam sektor ekonomi desa, Sekretaris GPM mendesak agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di setiap desa benar-benar diaktifkan dan dikelola secara profesional.

Ia menilai banyak BUMDes yang belum berjalan maksimal sehingga belum mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa.

“BUMDes jangan hanya ada di atas kertas. Harus ada pendampingan, pelatihan manajemen, serta pengawasan agar mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Jusril.

Infrastruktur Jalan Tani Penopang Produktivitas

Untuk mendukung produktivitas daerah, GPM juga menekankan pentingnya peningkatan dan perawatan jalan tani. Menurutnya, akses pertanian yang baik akan mempercepat distribusi hasil panen dan meningkatkan pendapatan petani.

“Kalau jalan tani rusak, maka hasil pertanian sulit keluar. Ini menghambat pertumbuhan ekonomi desa. Infrastruktur harus benar-benar berpihak pada sektor produktif,” tambahnya.

Anggaran OKP di Kesbangpol Perlu Diperhatikan

Tak kalah penting, GPM meminta agar pemerintah daerah melalui Kesbangpol Pulau Taliabu meningkatkan perhatian terhadap anggaran Organisasi Kepemudaan (OKP).

Menurut Jusril, pemuda adalah bagian penting dalam pembangunan daerah. Tanpa dukungan anggaran yang memadai, peran strategis pemuda sulit dioptimalkan.

“Pemuda adalah mitra strategis pemerintah. Jika ingin akselerasi ekonomi berjalan, maka pemuda harus diberi ruang, dukungan, dan pembinaan yang memadai,” tegasnya.

Jusril Ode menutup pernyataannya dengan harapan agar Musrenbang RKPD benar-benar menjadi ruang partisipatif yang melahirkan kebijakan konkret demi kemajuan Kabupaten Pulau Taliabu.

“Tema besar sudah tepat. Sekarang yang dibutuhkan adalah keberpihakan nyata kepada rakyat kecil, desa terpencil, petani, tenaga pendidik, dan generasi muda. Di situlah letak akselerasi ekonomi inklusif yang sesungguhnya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *