Banjir Terjang Desa Waisakai, 17 Rumah Rusak Berat dan 30 Terendam; KNPI Desak BPBD Segera Turun Tangan

Sanana, publikmalut.co.id – Bencana banjir yang menerjang Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timir, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, menimbulkan kerusakan serius pada permukiman warga. Sedikitnya 17 rumah dilaporkan rusak berat, dan 30 rumah terendam banjir akibat hujan deras semalam mengguyur wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun dari warga setempat menyebutkan, banjir datang secara tiba-tiba akibat tingginya curah hujan membuat air meluap dari aliran sungai hingga menghantam permukiman warga. Derasnya arus tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak struktur bangunan hingga menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan parah.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, sejumlah rumah lainnya mengalami kerusakan serius pada bagian dinding, pondasi, hingga perabotan rumah tangga yang tertimbun lumpur dan puing-puing banjir. Akibat kejadian tersebut, sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan lokasi yang lebih aman. Namun, sebagian lainnya masih bertahan di sekitar rumah mereka yang rusak dengan kondisi yang memprihatinkan. Selain kehilangan tempat tinggal, warga juga mengalami kerugian material karena banyak barang kebutuhan pokok rusak maupun hanyut terbawa banjir.

Di tengah kondisi tersebut, Ketua OKK KNPI Kabupaten Kepulauan Sula, Iwan Wambes, mendesak Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar segera turun langsung ke lokasi dan mempercepat penanganan darurat bagi warga terdampak.

Menurut Iwan, kondisi di lapangan menunjukkan masyarakat sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan serta langkah penanganan cepat dari pemerintah.

“Pemerintah daerah melalui BPBD harus segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan memastikan kondisi warga yang terdampak. Bantuan darurat seperti bahan makanan, obat-obatan, pakaian, serta kebutuhan dasar lainnya harus segera disalurkan,” tegas Iwan.

Ia menilai keterlambatan penanganan dapat memperburuk kondisi warga yang saat ini telah kehilangan tempat tinggal dan akses terhadap kebutuhan dasar.

“Ini bukan sekadar bencana biasa, tetapi persoalan kemanusiaan yang membutuhkan respons cepat. Warga yang rumahnya rusak bahkan hanyut terbawa banjir tidak boleh dibiarkan menunggu terlalu lama,” ujarnya.

Iwan juga meminta pemerintah daerah segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh korban terdampak, baik warga yang kehilangan rumah maupun yang mengalami kerusakan berat pada tempat tinggal mereka. Pendataan tersebut dinilai penting sebagai dasar penyaluran bantuan serta program pemulihan pascabencana.

Selain bantuan darurat, ia juga mendesak pemerintah menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi bagi warga yang kehilangan rumah agar mereka dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) itu juga mengajak seluruh organisasi kepemudaan yang tergabung dalam OKP Cipayung Plus di Kabupaten Kepulauan Sula untuk bersama-sama membuka posko bantuan kemanusiaan.

“KNPI mengajak seluruh OKP Cipayung Plus untuk bersama-sama membuka posko bantuan dan menggalang dana kemanusiaan. Kita juga mendoakan agar seluruh masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” katanya.

KNPI berharap kehadiran pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga diikuti dengan langkah mitigasi jangka panjang. Upaya tersebut antara lain melalui perbaikan sistem drainase, penataan kawasan rawan banjir, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *