Taliabu, Publikmalut.id – Sejumlah aktifis yang tergabung dalam Koalisi Perjuangan Rakyat (Kopra) menggelar Aksi Unjuk Rasa (AUR) disejumlah titik, salah satunya di depan kantor Dinas Kesehatan Pulau Taliabu pada Kamis, (07/05).
Aksi tersebut dilangsungkan karena adanya ketimpangan dalam pengelolaan anggaran kesehatan dipulau Taliabu yang berdampak pada pelayanan yang buruk bagi masyarakat.
Aktifis menilai jika miliaran anggaran yang turun dari pusat ke daerah dalam hal ini Dinas kesehatan pulau Taliabu telah disalah gunakan untuk kepentingan tertentu.
“Kami ingin meminta penjelasan, tentang DAK yang masuk kepulau Taliabu. Anggaran yang diberikan pusat dalam bentuk Dana Alokasi Khusus yang terdiri dari tiga bidang SUB mempunyai rincian anggaran pertahun sebesar . 10.785.450.000 (Sepuluh milyar tujuh ratus delapan puluh lima ribu Empat ratus lima puluh dua ribu rupiah). Tolong dirincian ibu arahnya kemana uang ini,” papar Danial Hamid, salah satu anggota aksi kepada pihak Dinas Kesehatan.
Dalam kesempatan yang sama, aktifis juga mendesak pihak dinas kesehatan mengungkap siapa sosok di balik pemotongan Dana Alokasi Khusus tersebut, sebab dari data yang dikantongi oleh GPM, terjadi pemotongan anggaran pada setiap puskesmas yang di alokasikan sebesar 1 milyar lebih.
“Sebagaimana yang kita ketahui, dipuskesmas Bobong misalnya, ternyata anggaran BOK nya itu sebesar satu milyar lebih pertahun. Namun yang didapatkan oleh pemegang program itu hanya diangka 2 juta sampai lima juta rupiah. Lantas sisanya itu dialirkan kemana,” ungkap Lisman alias Bung Dex, Ketua Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Taliabu.
Sekretaris Dinas Kesehatan, Suhaema alias ibu Ema yang pasang badan untuk hearing bersama demonstran saat itu mengungkap tidak ada pemotongan. Anggaran yang turun dari pusat kedinas kesehatan menurutnya telah tersalur dengan baik ke seluruh unit kesehatan yang tersebar ke delapan unit kesehatan (PKM) di pulau Taliabu.
Meski begitu, dirinya siap menggelar forum diskusi antara aktifis dengan penyelenggara kesehatan dari puskesmas pulau Taliabu untuk memastikan bahwa tidak benar adanya dugaan penyelewengan anggaran (Dak) yang tersalur ke sembilan puskesmas yang dimaksud.
“Yang saya tahu tidak ada pemotongan. Kalau memang bapak meminta kita adakan forum dengan kita mengundang yang pengelola program, kami siap!, Datang pimpinan saya sampaikan kepimpinan, saya atur waktu kapan bisa bertemu supaya bertemu diforum,” Tandas Sekretaris Dinas Kesehatan Pulau Taliabu, Suhaema.
Dalam hearing tersebut, Demonstran dan pihak Dinas Kesehatan menyepakati untuk membuat forum pertemuan pada senin, (12/05) dengan menghadirkan pengelola program kesehatan dari beberapa PKM.





