PULAU TALIABU, publikmalut.co.id — Kepedulian dan semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu. Sejumlah warga, pengguna bentor, hingga sopir mobil pickup berbondong-bondong melakukan aksi sosial dengan menambal jalan berlubang di dalam wilayah Ibu Kota Bobong. 25/8/2025
Kegiatan tersebut dilakukan atas dasar kepedulian masyarakat terhadap kondisi jalan yang dinilai semakin memprihatinkan dan berpotensi membahayakan para pengguna jalan.
Aksi penambalan jalan dilakukan pada dua titik, yakni:
Jalan di belakang Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Pulau Taliabu.
Jalan menuju Masjid Salenga, Desa Bobong.
Kegiatan sosial ini dinakhodai oleh Admin Djong Taliabu, Ustadz Umar, yang akrab disapa masyarakat. Bersama sejumlah warga, pengguna bentor, serta dua orang sopir mobil pikap, mereka secara sukarela mengumpulkan material dan melakukan penambalan terhadap jalan-jalan yang berlubang.

Menariknya, kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah. Seluruh kegiatan dilakukan melalui sumbangan sukarela masyarakat serta kontribusi dari anggota Grup Djong Taliabu.
Semangat gotong royong masyarakat tersebut patut diapresiasi. Namun, di balik aksi sosial itu muncul pertanyaan besar mengenai kepekaan dan perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu terhadap kondisi infrastruktur, khususnya jalan di dalam Ibu Kota Bobong.
Sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Pulau Taliabu, Kota Bobong seharusnya menjadi salah satu wajah pembangunan daerah. Kondisi jalan berlubang, terlebih pada ruas yang berada tidak jauh dari pusat pemerintahan, tentu menjadi perhatian serius.
Masyarakat mempertanyakan, mengapa jalan yang setiap hari dilalui warga dan pengguna kendaraan harus diperbaiki secara swadaya? Apakah pemerintah daerah belum melihat kondisi tersebut, ataukah keluhan masyarakat belum menjadi prioritas?
Jalan berlubang bukan hanya persoalan kenyamanan. Kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan kecelakaan, merusak kendaraan, serta mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.

Aksi yang dilakukan oleh masyarakat Taliabu ini seharusnya menjadi tamparan sekaligus pengingat bagi pemerintah daerah bahwa masyarakat telah menunjukkan kepedulian secara nyata.
Gotong royong memang merupakan budaya yang harus terus dijaga. Namun, semangat gotong royong masyarakat tidak seharusnya menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengabaikan tanggung jawab dalam menyediakan dan memelihara infrastruktur publik.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu segera turun tangan, melakukan pendataan terhadap jalan-jalan yang rusak, dan mengambil langkah nyata untuk memperbaiki ruas jalan berlubang, terutama di wilayah Kota Bobong sebagai pusat pemerintahan.
Ketika masyarakat sudah turun langsung menambal jalan dengan uang sumbangan, maka sudah sepatutnya pemerintah bertanya kepada dirinya sendiri: sejauh mana kepekaan terhadap kebutuhan dasar masyarakat telah benar-benar dijalankan?
Aksi sosial yang dinakhodai oleh Ustadz Umar bersama masyarakat dan anggota Grup Djong Taliabu tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat terhadap daerahnya masih sangat tinggi. Kini, publik menunggu apakah kepedulian yang sama juga akan ditunjukkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu.
Masyarakat sudah bergerak. Kini, giliran pemerintah untuk menunjukkan tindakan nyata.





