Ternate, publikmalut.co.id — Tim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara melaksanakan kegiatan Road Show Kebangsaan berupa sosialisasi pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET), sekaligus edukasi pengawasan penggunaan media sosial dan game online bagi anak-anak. Kegiatan ini digelar di SMP Nasional Banau, Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIT tersebut diikuti oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari guru dan siswa SMP Nasional Banau. Hadir dalam kegiatan ini Kepala SMP Nasional Banau, Junauan Abdullah, bersama jajaran staf dan dewan guru.
Tim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Briptu Andi Riski Putra, Briptu Muhammad Ridah Mahruf, dan Briptu Idris Tuguis.
Sekolah Apresiasi Peran Pencegahan Dini
Dalam sambutannya, Kepala SMP Nasional Banau, Junauan Abdullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Densus 88 AT Polri yang telah berkenan hadir memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para guru serta siswa.
Ia menekankan pentingnya peran sekolah dalam membentengi peserta didik dari pengaruh paham radikalisme, intoleransi, dan terorisme, khususnya yang masuk melalui media sosial dan game online. Menurutnya, pemahaman yang diberikan diharapkan tidak hanya berhenti pada peserta yang hadir, tetapi juga dapat disebarluaskan kepada lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.
Waspada Radikalisme Melalui Media Digital
Materi utama disampaikan oleh Briptu Andi Riski Putra selaku anggota Pencegahan Satgaswil Maluku Utara. Ia menjelaskan secara singkat tugas dan fungsi Densus 88 dalam upaya pencegahan dan penanggulangan terorisme di Indonesia.
Dalam pemaparannya, Briptu Andi menguraikan sejumlah poin penting, di antaranya ciri-ciri individu, khususnya anak dan remaja, yang mulai terpapar paham IRET. Ia juga menjelaskan berbagai sarana yang kerap dimanfaatkan sebagai media penyebaran radikalisme dan terorisme, termasuk media sosial dan game online.
Selain itu, dipaparkan pula modus baru aksi terorisme, seperti keterlibatan perempuan dan anak sebagai pelaku, upaya rekrutmen generasi muda yang sedang mencari jati diri, hingga penyusupan ideologi radikal kepada anak-anak sejak usia SMP dan SMA melalui platform digital.
Peran Keluarga dan Lingkungan Sangat Krusial
Briptu Andi juga menyoroti faktor-faktor kerentanan anak terhadap paparan radikalisme, seperti kurangnya perhatian orang tua, pengalaman perundungan, serta kondisi psikologis yang labil. Ia menegaskan bahwa peran orang tua menjadi kunci utama dalam pencegahan, melalui pengawasan aktivitas digital anak dan komunikasi yang terbuka.
Sebagai bentuk edukasi lanjutan, Tim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara turut membagikan brosur bertajuk “Bebas Bersosmed dengan Aman dan Bijak” kepada para siswa dan guru.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan foto bersama.
Berjalan Aman dan Kondusif
Secara keseluruhan, kegiatan Road Show Kebangsaan Tim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara di SMP Nasional Banau Kota Ternate berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat peran sekolah dan keluarga dalam melindungi generasi muda dari ancaman radikalisme di ruang digital.





