Taliabu, publikmalut.co.id — Pemuda Desa Wayo menggelar kegiatan festival pembakaran obor dalam rangka memperingati malam Lailatul Qadar di bulan suci Ramadan. Kegiatan yang diprakarsai oleh para pemuda desa yang dinahkodai oleh sosok yang akrab disapa Dahlan (Papi) tersebut berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.
Sejak sore hari, para pemuda desa wayo mulai melakukan berbagai persiapan, mulai dari menyiapkan obor, mengatur barisan peserta, hingga menata rute yang akan dilalui dalam kegiatan tersebut. Antusiasme warga terlihat begitu tinggi, di mana banyak pemuda dan masyarakat turut terlibat dalam proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Saat malam tiba, ratusan obor mulai dinyalakan dan menerangi jalan-jalan di Desa Wayo. Cahaya obor yang berjejer menciptakan suasana religius sekaligus meriah, menambah semarak peringatan malam yang diyakini penuh kemuliaan bagi umat Islam tersebut.
Kegiatan pembakaran obor ini tidak hanya menjadi bentuk peringatan malam Lailatul Qadar, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pemuda dan masyarakat Desa Wayo. Warga dari berbagai kalangan tampak hadir dan ikut menyaksikan serta meramaikan kegiatan tersebut.
Koordinator pemuda Desa Wayo yang akrab disapa Dahlan atau Papi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif pemuda untuk menjaga tradisi sekaligus menghidupkan suasana Ramadan di desa.
“Ini adalah bentuk kebersamaan pemuda dan masyarakat Desa Wayo dalam menyambut malam Lailatul Qadar. Kami ingin menjaga tradisi ini agar tetap hidup dan menjadi bagian dari semangat Ramadan di desa kami,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemuda dan masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan lancar dan meriah.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan, kekompakan, serta nilai-nilai religius di tengah masyarakat Desa Wayo dapat terus terjaga, khususnya di momentum bulan suci Ramadan





