Talut Penahan Air Jebol, Banjir Rendam Permukiman Warga Desa Waisakai

SANANA, publikmalut.co.id — Banjir melanda Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, setelah talut penahan air di Kali Wai Makafuta dilaporkan jebol. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan serta merusak akses jalan setapak di kawasan permukiman.

 

Bacaan Lainnya

Luapan air sungai yang tidak lagi tertahan oleh talut mengalir deras menuju permukiman warga. Arus air yang cukup kuat membuat beberapa rumah terdampak serta memutus sebagian akses jalan lingkungan yang biasa digunakan masyarakat untuk beraktivitas.

 

Kondisi tersebut membuat warga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah untuk menangani dampak banjir sekaligus mencegah kejadian serupa terulang kembali. Selain bantuan bagi warga terdampak, masyarakat juga meminta agar talut penahan banjir segera diperbaiki atau dibangun kembali.

 

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Sula, Rosihan Buamona, turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi talut yang rusak serta dampak banjir yang dialami warga.

 

Rosihan menjelaskan bahwa salah satu upaya yang perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan adalah melakukan normalisasi aliran Kali Wai Makafuta.

 

“Langkah yang perlu dilakukan adalah normalisasi kali agar jalur aliran air kembali tertata. Dengan begitu air bisa mengalir sesuai jalurnya dan tidak meluap ke permukiman warga,” ujarnya, Kamis (12/03/2026).

 

Ia juga menekankan bahwa proses normalisasi sungai membutuhkan dukungan masyarakat, khususnya terkait penggunaan lahan di sekitar bantaran kali yang kemungkinan akan ditata ulang demi memperlancar aliran air.

 

“Normalisasi tentu membutuhkan kesepakatan dengan masyarakat, terutama jika ada lahan di sekitar bantaran sungai yang perlu digunakan untuk penataan jalur air,” tambahnya.

 

Meski di tengah kondisi efisiensi anggaran daerah, Rosihan memastikan pihaknya tetap akan melaporkan kondisi tersebut kepada pimpinan daerah agar penanganan segera dilakukan.

 

Ia berharap ada solusi anggaran yang dapat dimanfaatkan, baik melalui BPBD maupun Dinas PUPR, untuk membangun kembali talut penahan banjir yang dibutuhkan masyarakat Desa Waisakai.

 

“Kami berharap ada anggaran yang bisa ditaktisi untuk pembangunan talut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *