Taliabu, Publikmalut.co.id- Oknum polisi polres Kabupaten pulau Taliabu diduga terlibat dalam politik praktis.
Hasil percakapan di Watsaap salah satu anggota kepolisian polres pulau Taliabu Muhammad Syarif Adjam inisial (MSA) diduga mengajak oknum kepala sekolah (Kepsek) SD Desa Fayaunana Kecamatan Tabona Kristina Natalia Laso inisial (KNL) untuk memilih salah satu kandidat pasangan bakal calon Bupati dan wakil Bupati di Taliabu.
“Saya Taliabu, jangan lupa saya Taliabu,” ucapnya sembari mengingatkan KNL untuk memilih pasangan Saya Taliabu.
Bukti percakapan itu bermula dari kedua pasangan tersebut menjalani hubungan asmara, diperkirakan satu bulan lebih. Hal ini diungkap langsung oleh korban Harjo yang merupakan suami sah KNL.
Korban Harjo mengatakan, masalah itu bermula dari perselingkuhan antara Kepsek SD Wayaunana KNL dan oknum polisi MSA yang dimana, sang istri mengubah nama kontak telpon menjadi “Ningsi”. Dari kejadian tersebut, Harjo menaru curiga kepada sang istri yang tidak seperti biasanya. Berangkat dari masalah tersebut, harjo pun merampas HP milik sang istri karena diduga menjalani hubungan terlarang. Bahkan hasil percakapan itu terdapat ajakan untuk memilih “Saya Taliabu”.
“Jadi awalnya saya curiga istri saya selingku dengan oknum polisi itu, hanya saja untuk memastikannya perlu bukti, jadi jalan satu-satunya saya rampas itu hp baru saya lari, kemudian saya copy paste Whatsappnya dan screenshot sebagai bukti, tidak saya sangka dalam percakapan itu ada ajakan untuk memilih salasatu pasangan calon,” ungkapnya harjo dengan nada geram.

Saat dikonfirmasi oleh media Publikmalut.co.id, MSA membantah soal keterlibatan dalam politik praktis. Lagi pula pihaknya tidak mempunyai kepentingan dan kewenangan penuh dalam masalah tersebut. Di sisi lain, dia bukan putra asli daerah Taliabu. Disinggung dari bukti percakapan ajakan memilih pasangan “Saya Taliabu.” MSA mengaku, ajakan tersebut hanya sebatas candaan.
“Hanya bakugara (bercanda-red) saja eee,” tutupnya.
(Red)





