Pulau Taliabu, publikmalut.co.id – Polemik internal kembali mencuat di tubuh Partai Solidaritas Indonesia Kabupaten Pulau Taliabu. Sekretaris DPD PSI Taliabu menyampaikan keberatan atas dugaan pemberhentian pengurus secara sepihak yang dinilai bertentangan dengan aturan organisasi dan mekanisme partai.
Dalam keterangannya, pihak sekretariat DPD PSI Taliabu menilai bahwa langkah pergantian struktur kepengurusan tersebut diduga menyalahi AD/ART partai serta dilakukan tanpa prosedur yang jelas dan transparan.
“Pemberhentian pengurus DPD secara sepihak ini sangat kami sesalkan karena diduga tidak melalui mekanisme organisasi sebagaimana yang diatur dalam AD/ART partai,” ujar Sekretaris DPD PSI Taliabu dalam pernyataannya.
Ia juga menuding adanya dugaan konspirasi internal yang melibatkan oknum di tingkat DPW untuk menggulingkan kepengurusan DPD PSI Taliabu yang sah. Menurutnya, perubahan struktur organisasi dilakukan secara tertutup tanpa komunikasi dan musyawarah bersama pengurus daerah.
“Telah terjadi dugaan konspirasi jahat oleh DPW untuk menggulingkan pengurus DPD PSI Taliabu. Bahkan kami menduga ada pihak-pihak tertentu yang menerima sejumlah uang untuk menyetujui perubahan struktur kepengurusan tersebut,” lanjutnya.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPW PSI terkait tudingan tersebut. Pihak DPD PSI Taliabu meminta agar Dewan Pimpinan Pusat turun tangan untuk melakukan evaluasi serta menelusuri dugaan pelanggaran organisasi yang terjadi di daerah.
Situasi ini pun menjadi perhatian sejumlah kader dan simpatisan partai di Kabupaten Pulau Taliabu. Mereka berharap polemik internal dapat diselesaikan secara terbuka, sesuai aturan partai, dan mengedepankan prinsip demokrasi organisasi.





