Sanana, publikmalut.co.id — Suasana Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, memanas. Rasa geram warga akhirnya meledak setelah berbulan-bulan Kepala Desa Wailoba tak terlihat batang hidungnya di kantor. Jumat (7/11/2025), masyarakat menutup total akses ke Kantor Desa dengan palang kayu, sebuah simbol perlawanan terhadap pemerintahan desa yang dianggap lalai dan tidak transparan.
Aksi itu bukan tanpa alasan. Warga menuding Kepala Desa telah lama meninggalkan tanggung jawabnya tanpa penjelasan, sementara urusan pelayanan publik dan administrasi desa terbengkalai. Lebih parah, anggaran desa sejak tahun 2021 disebut tidak pernah dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.
“Kami sudah sabar terlalu lama. Kantor desa seperti rumah kosong. Tidak ada pelayanan, tidak ada rapat, tidak ada kejelasan soal uang desa. Ini bukan aksi anarkis, ini bentuk perlawanan kami terhadap diamnya pemerintah,” tegas seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Dari penelusuran lapangan, absennya Kepala Desa bukan hanya menghambat administrasi dasar seperti pengurusan surat keterangan atau rekomendasi desa, tetapi juga memutus koordinasi antarperangkat desa dan menghentikan beberapa program pembangunan yang sudah direncanakan. Kondisi ini membuat warga kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinan desa.
Warga menegaskan, pemalangan tidak akan dibuka sampai ada langkah nyata dari pihak kecamatan maupun instansi berwenang untuk memeriksa kinerja serta keberadaan sang kepala desa. Mereka juga mendesak agar dilakukan audit terbuka terhadap penggunaan dana desa yang selama ini diduga dikelola tanpa transparansi.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Wailoba belum memberikan keterangan apa pun. Pihak Kecamatan Mangoli Tengah pun belum menanggapi secara resmi, sementara amarah warga kian membara menuntut kejelasan dan tanggung jawab.





