Air Diputus Proyek Jembatan, GPM Taliabu Ultimatum Aksi Jika PDAM Fangahu Tak Segera Dipulihkan

Taliabu, publikmalut.co.id — Pembangunan Jembatan Fangahu I berubah menjadi sumber petaka bagi warga. Proyek yang seharusnya mendukung konektivitas justru diduga merusak pipa PDAM, mengakibatkan lumpuh totalnya pasokan air bersih ke rumah-rumah warga Fangahu sejak semalam hingga hari ini. Ironisnya, hingga kini tak terlihat upaya perbaikan sedikit pun.

 

Bacaan Lainnya

Air bersih sebagai kebutuhan paling elementer masyarakat seolah dikorbankan atas nama proyek. Warga terpaksa menanggung dampak langsung: aktivitas lumpuh, kenyamanan hilang, dan hak dasar mereka diabaikan begitu saja.

 

Situasi ini memicu kemarahan Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Pulau Taliabu. Mereka menilai insiden tersebut sebagai bentuk kelalaian serius sekaligus pembiaran yang tak bisa ditoleransi. Ketidakmampuan pihak pelaksana proyek dan instansi terkait dalam menangani kebocoran pipa dinilai sebagai kegagalan melindungi kepentingan rakyat.

 

Ketua GPM Pulau Taliabu, Bung Lisman, melontarkan kecaman keras. Ia menyebut kondisi ini sudah melampaui batas kewajaran. “Air mati, warga tidak bisa mandi, hidup tidak nyaman. Ini kerugian nyata. Jika perusahaan pelaksana jembatan tidak segera menunjukkan tanggung jawab atas kerusakan pipa PDAM, GPM siap turun ke jalan,” tegasnya.

 

Nada lebih keras disampaikan Sekretaris DPC GPM, Bung Jusril. Ia mengeluarkan ultimatum tegas kepada pihak terkait. Jika hingga malam ini air PDAM belum juga mengalir, GPM akan mengambil langkah hukum. “Sebelum pukul 12 malam kami akan membuat surat pemberitahuan resmi dan mengantarkannya langsung ke Polres Pulau Taliabu. Tidak ada ruang kompromi untuk pembiaran terhadap penderitaan rakyat,” tandasnya.

 

Sampai berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi berwenang masih memilih bungkam. Sementara itu, warga Fangahu terus dipaksa bertahan tanpa air bersih sebuah potret nyata kegagalan tanggung jawab di tengah proyek pembangunan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *