Berkedok Reses, Anggota DPD RI Ini Diduga Pakai Uang APBN untuk Ziarah di Sula

SANANA, publikmalut.co.id – Kedatangan Hidayatullah Sjah, Sultan Ternate yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Maluku Utara, ke Kabupaten Kepulauan Sula menuai sorotan. Kunjungan yang berlangsung sejak Selasa (23/12/2025) itu dinilai tidak jelas apakah dalam rangka reses atau kepentingan pribadi.

 

Bacaan Lainnya

Selama hampir sepekan berada di Kepulauan Sula, tidak terlihat agenda resmi yang mencerminkan aktivitas reses anggota DPD, seperti penyerapan aspirasi masyarakat atau pertemuan formal dengan pemangku kepentingan daerah. Sebaliknya, Hidayatullah Sjah justru dikabarkan melakukan ziarah ke sejumlah tempat bersejarah.

 

Informasi yang beredar menyebutkan, kunjungan tersebut lebih bernuansa misi kebudayaan dan sejarah, yang dinilai tidak berkaitan langsung dengan tugas konstitusional sebagai wakil daerah di DPD RI.

 

Seorang aktivis Kepulauan Sula menyayangkan hal tersebut. Ia mengungkapkan adanya kekhawatiran di tengah masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan dan fasilitas negara yang diduga disemarakkan Sultan Hidayatullah Sjah untuk kepentingan tertentu.

 

Tak hanya itu, sumber juga menyebutkan bahwa Sultan Ternate dikabarkan tengah membentuk sangaji (kepala wilayah adat) dari soa (marga) tertentu yang berasal dari Suku Fugud selama berada di Sula.

 

“Tidak jelas kapasitas kehadirannya di Sula, apakah sebagai anggota DPD atau sebagai Sultan. Ini yang menimbulkan tanda tanya publik,” ujar sumber berinisial A.K.B kepada media, Rabu (31/12/2025).

 

Menurutnya, jika benar kegiatan tersebut menggunakan fasilitas negara atau anggaran yang melekat pada jabatan sebagai anggota DPD RI, maka hal itu berpotensi melanggar etika jabatan dan dapat dikategorikan sebagai penyalahgunaan wewenang.

 

Disisi lain, dari hasil penelusuran media juga menguatkan informasi bahwa agenda pembentukan sangaji menjadi salah satu fokus kegiatan selama kunjungan Sultan di Sula. Warga menilai langkah itu tidak tepat dan berpotensi memicu polemik sosial di tengah masyarakat Kepulauan Sula.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Hidayatullah Sjah terkait tujuan dan status kunjungannya ke Kepulauan Sula.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *