KEPULAUAN SULA, publikmalut.co.id – Wafatnya Taufik Kailul saat berada dalam tahanan negara kembali menyalakan kemarahan publik. Rabu (19/11/2025), Front Mahasiswa bersama warga Umaloya mendatangi Lapas Sanana, PN Sanana, dan Kejari Sula, menuduh ketiga lembaga itu gagal total menjaga keselamatan orang yang mereka tahan.
Dari keterangan keluarga dan saksi, menguat dugaan bahwa permintaan layanan medis untuk Taufik diabaikan, meski kondisinya sudah kritis. Respons yang lamban dan sikap saling lempar tanggung jawab di antara ketiga institusi dinilai menjadi penyebab Taufik meninggal tanpa penanganan medis yang seharusnya wajib diberikan.
Iksan Umasugi—jurubicara aksi sekaligus keluarga korban—menyebut tindakan ketiga lembaga itu sebagai pelanggaran prosedur sekaligus pelanggaran HAM.
“Kalau Jaksa, Lapas, dan Pengadilan hanya sibuk saling tuding, itu pertanda ada sesuatu yang ditutup. Ini bukan kekeliruan biasa—ini kelalaian yang menewaskan seorang tahanan, padahal UU No. 8 Tahun 1981 jelas mengatur kewajiban pelayanan kesehatan untuk tahanan,” tegasnya.
Massa menuntut investigasi menyeluruh, pembukaan kronologi tanpa manipulasi, serta penetapan pihak yang harus bertanggung jawab secara hukum. Mereka menegaskan: selama institusi saling menutup diri, keadilan untuk Taufik tidak akan pernah hidup.





